Saya harus akui bahwa selama ini saya agak sedikit tertinggal oleh zaman sebelum saya melihat video COSTA RICA IN 4K 60fps HDR (ULTRA HD) di kanal youtube. Video yang dirilis 13 Juni 2018 lalu membuat saya terkagum-kagum sebab saya jarang atau mungkin tidak pernah melihat tayangan berlatar alam dengan kualitas gambar setajam itu.

ini videonya:




Sedikit bercerita, pada 1 september 2020 lalu, saya membeli gawai baru yaitu Samsung Tab S6 lite. Tujuan utama membeli gawai agar saya lebih nyaman ketika membaca atau menonton film. Saya merasa huruf dan gambar di telepon genggam terlalu kecil sehingga saya kurang suka jika sebuah ponsel terlalu dekat dengan mata saya.

Setelah membeli gawai tersebut, yang pertama saya lakukan adalah melihat fitur-fitur yang ada dalam gawai itu. Tentu saja saya mencobanya satu persatu, meskipun belum semua saya coba. Salah satu fitur yang saya coba di awal pemakaian adalah kualitas gambar dan video. Saya pun membuka youtube dan membuka video yang biasa saya buka seperti video musik dan film pendek. Tiada kesan di awal ketika saya membuka video itu. Namun karena sedikit penasaran, akhirnya saya mengetik 1080 HD di youtube dan keluarlah video COSTA RICA IN 4K 60fps HDR (ULTRA HD) di deretan paling atas daftar pencarian.

Saya buka video tersebut dan cukup puas dengan gambarnya. Lalu saya menuju menu pengaturan dan melihat kualitasnya masih berada di angka 480. Kemudian saya pilih resolusi gambar tertinggi di gawai saya yaitu 1080p60. Saya pun memcari informasi awal dari wikepedia terkait kualitas 1080 dan begini informasinya.

1080  yaitu satu set mode video HDTV definisi tinggi yang ditandai dengan 1080 garis horizontal resolusi vertical. p singkatan dari pemindaian progresif, yaitu non-interlaced. Istilah ini biasanya mengasumsikan rasio aspek layar lebar 16: 9, menyiratkan resolusi 2,1 megapixel. Ini sering dipasarkan sebagai full HD, untuk kontras 1080p dengan layar resolusi 720p.


Setelah saya tonton, saya merasa mempunyai pengalaman baru dalam menonton. Terlepas dari gawai saya yang bisa mencapai kualitas video yang tinggi, si pembuat video ini Jacob + Katie Schwarz adalah pengambil gambar yang cerdas. Dia bisa menempatkan angle-angle yang tepat dengan bidikan kamera yang tepat sasaran sehingga bisa memanjakan mata saya sebagai penonton. Beberapa flora dan fauna ditangkap dengan jelas dengan detail-detail yang estetik. Mereka bisa menyajikannya dengan baik yang mana bagi saya sulit untuk mendapatkan momen seperti itu. Bahkan melihat secara nyata dari dekat karena beberapa hewan tersebut berbahaya dan tempatnya yang jauh dari jangkauan saya.

Dalam video itu, saya pun bisa melihat keindahan-keindahan kulit hewan dan tumbuhan yang rupawan. Jacob + Katie Schwarz membidik sisik ular dengan detail, kulit katak yang berlendir, kulit iguana yang sedikit kering, Gerakan lambat seekor Sloths dengan bulu-bulunya yang kasar seperti serabut kepala, kebun pohon kelapa, tanaman-tanaman di hutan lembab, jaring laba-laba yang tersinari matahari dan masih banyak lainnya. Sebuah suguhan yang sangat brilian.

Disamping itu, pemilihan musiknya juga cukup cerdas. Suara terompet dan piano berpadu dengan suara alam seperti suara burung, katak, debur ombak, dan gemericik air seolah-oleh melegakan hati dan menenangkan pikiran. Musiknya pun seperti bercerita. Dimulai dengan tempo yang sedikit lambat di awal kemudian temponya perlahan semakin cepat hingga mencapai titik klimaks yang ditandai dengan sedikit tabuhan-tabuhan orchestra drum dan melambat di akhir.

berbicara aspek teknis, kualitas tertinggi dalam video itu adalah 2160p60 (4k) jika dilihat dari komputer lipat Lenovo thinkpad T480s. Sedangkan kualitas tertinggi di tablet yaitu 1080p60 jika dilihat dari Samsung tab s6 lite. Pilihan kualitas gambar yang paling ideal menurut saya ada di kualitas 1080p60 karena kecepatan internet saya lebih memadai di tingkat ini (20mbps). Pada kualitas gambar 1080p60, ketajaman gambarnya sudah terlihat nyata. Namun, Jika dilihat dari kualitas yang lebih tinggi lagi seperti di 1440p60 atau 2160p60 tidak begitu jauh berbeda. Bahkan saya belum bisa melihat perbedaan yang signifikan ketika kualitas gambarnya berada di 1440p60 atau 2160p60. Terlebih, video itu malah buffering ketika saya naikan kualitasnya di angka 1440p60 dan 2160p60. Mungkin karena kecepatan internet saya yang kurang memadai. Toh hasilnya tidak terlalu jauh berbeda dengan kualitas gambar 1080p60.

Dalam video itu, Jacob + Katie Schwarz juga menjelaskan alat-alat dan perangkat lunak yang mereka gunakan seperti halnya, Red Weapon LE w/Helium 8K s35 sensor (Stormtrooper33), Canon 16-35mm III, Canon 24-70mm II, Sigma 150-500mm, Zeiss Classic 15mm, MOVI M10, dan Adobe Premiere and DaVinci Resolve. Ini menjadi suatu informasi menarik.

Setelah melihat video ini, saya tertarik membuat video seperti ini namun dengan konsep yang berbeda. Namun ketika saya melihat harga alat-alat yang digunakan tersebut. Saya mengurungkan niat karena harganya yang cukup mahal. Tentu saja, saya bukan professional di bidang ini sehingga akan menjadi mubazir ketika membeli alat ini.

Sampai saat ini, per 20 September 2020 pukul 13.50, video ini sudah ditonton sebanyak 105,275,198 kali. Sedangkan saat saya awal menonton yaitu pada 1 September, penontonnya masih berada di angka 80 jutaan. Suatu pergerakan yang cepat menurut saya.

Kemudian, ketika saya menuju kolom komentar, banyak yang datang ke video ini karena mereka ingin menguji kualitas gawai atau perangkat mereka. Mereka menuju video ini untuk menguji kualitas screen layar gawai mereka atau menguji kecepatan internet. Tentu saja, saya pun begitu. Di sisi lain, seperti biasa, banyak komen jenaka di video ini yang seperti yang ditulis oleh akun Kotoko 9 bulan lalu.

People who come here:

… 6) Test patience with internet speed 7) … Testing old processor …12) Waste all data before going on a flight … 14) Make wifi slower to troll friend … 18) Test Pregnancie … 21) To make friends jealous of Costa Rica 22) Test Sanity 23) Test Nentindo Switch 24) Test Refrigerator 25) Test Testing (IM ADDING ALL THE REPLIES)

Dari pengalaman menonton ini, akhirnya saya menceritakan pengalaman saya ke beberapa teman dan menyarankannya kepada mereka. Ternyata, respon mereka biasa saja karena mereka sudah sering melihat kualitas gambar yang setajam ini. Mungkin, saya yang terlalu excited melihat video ini sehingga menunjukan bagaimana saya begitu ketinggalan zaman.


29/09/2020

14.20

Tempat biasa


0 Comments