Skip to main content

Telusur Nama Muhammad

Sumber Gambar : Freepik.com


Pada suatu siang di akhir pekan atau tepatnya pada Sabtu, 29 Januari 2020, puji Tuhan, saya memiliki waktu senggang yang cukup untuk, ya, katakanlah untuk kontemplasi. Selepas bangun tidur dan setelah perut kenyang, entah kenapa, saya menarik buku Fihi Ma Fihi, sebuah karya besar Jalaludin Rumi untuk dinikmati. Sebetulnya saya sudah membacanya beberapa kali, tapi hanya pada bab yang saya ingin ketahui. Biasanya, saya ingin mengetahui pemikirannya yang dituangkan melalui kata-kata indah yang bertemakan kehidupan atau percintaan. Namun kali ini saya memulainya dari mukadimah yang mana menceritakan kehidupan seorang Rumi.

Setelah membaca sedikit, saya terpikir, mengapa saya harus tahu tentang Rumi. Kenapa saya tidak mencari tahu tentang Muhammad bin Abdullah. Toh, si Rumi juga membahas tentang segala kehidupan dari perspektif Islam yang mana sumbernya adalah Muhammad SAW.

Terlebih, nama Muhammad pun disematkan ke dalam nama saya oleh kedua orang tua saya. Bahkan saya menyebutnya tiap hari di pagi, siang, dan malam. Saya harus akui bahwa perkenalan saya dengan Muhammad SAW tidak terlalu jauh. Hanya tahu sekadarnya. Tahu sedikit tentangnya dan bagaimana dia dikultuskan. Hanya mendengar sayup-sayup dari orang tua, kerabat, serta para guru.

Jadi jika ada pertanyaan, katakanlah begini.
"Siapa Muhammad?"
"Nabi terakhir dan pembawa pesan dari Tuhan," kata saya
"Terus, kenapa dia disebut nabi, kenapa dia membawa pesan Tuhan dan mengapa dia dikultuskan? Coba ceritakan tentang dia?"
"Hmmm," kata saya.
Mungkin saya akan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang umum. Saya harus akui bahwa pengetahuan saya rendah tetang dia. Padahal dia Rosul.

Nah, pada saat itu, saya menyadari bahwa saya tidak benar-benar mengenal tentang dia. Akhirnya, saya tutup buku karya Rumi dan menarik buku tentang Muhammad SAW dari rak buku saya. Saya punya beberapa buku tentang dia, tapi tak pernah selesai saya baca tuntas. Misalnya novel tentang Muhammad yang ditulis oleh Tasaro GK dan buku Muhammad yang ditulis Martin Lings.

Jadi mungkin, untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, saya akan coba mengenal Muhammad. Mungkin saya akan beri nama proyek dengan nama "Proyek Mengenal Muhammad." Proyek mengenal diri sendiri juga mungkin. Saya sadar bahwa kajian tentang Muhammad takan pernah usai sampe kiamat. Tapi fokus dan tujuan saya, setidaknya hal-hal standar tentangnya harus saya ketahui. Setelah itu mungkin saya akan sering baca tentang Umar RA.

Mudah-mudahan saya bisa mengenalnya lebih dekat dan pada akhirnya bisa lebih mengenal Tuhan. Mungkin tokoh-tokoh yang lain akan dipending sejenak. Tapi bukan berarti saya tidak baca yang lain. Sebab sesuatu yang berulang terkadang malah jadi membosankan. Mudah-mudahan titik balik ini juga bisa mengenal diri saya sendiri dan dengan segala angan-anga serta serba-serbinya.


01/03/2020
2.19
Di sebuah ruang, sambil rebahan.

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…