Sebuah pertanyaan. Jika akal adalah penggerak tubuh manusia melalui urat syaraf, mengapa ada ketidaksingkronan antara akal dan tubuh. Kita paham bahwa kita ingin membaca buku, pergi ke luar rumah untuk mencari udara segar, lari pagi, mencuci sepatu, menulis dan lainnya. Namun mengapa tubuh enggan bergerak dan nyaman bersembunyi dibalik selimut. Oh tentu saja menggenggam gawai.

Apa ini karena rasa malas. Baik. Sekarang membahas rasa. Bukankah rasa itu harusnya bisa dikendalikan oleh akal. Hati harus ditata suasananya agar rasa yang dihasilkan adalah rasa-rasa positif. Bagaimana mengatur hati, ya dengan akal.
Namun, mengapa tubuh tidak mengikuti kehendak akal?

Ungkapan bahwa musuh terbesar adalah diri kita sendiri, sekarang kumulai amini. Yaa memang sulit ternyata menaklukan diri sendiri.

3/11/2019 00:46
Tempat biasa



Sumber gambar : David Clode - Unsplash.com (link)

0 Comments