Skip to main content

Sudirman dan Lampu Kota yang Berpendar


Sekitar pukul 3.30, kususuri lajur pedestrian diantara gedung-gedung pencakar langit yang tegak berdiri angkuh tersirat.

Sambil kuhisap sigaret yang tinggal setengah batang, kurenungi apa yang baru saja kulakukan dari fajar yang menyerang hingga saat-saat mulai meredupnya bulan dimakan terang.

Sedikit demi sedikit aku mulai percaya bahwa penderitaan merupakan jembatan menuju kebahagiaan.

Tak ada selebrasi kemerdekaan tanpa adanya darah yang tumpah berceceran dari perjuangan.

Rasa-rasanya sungguh kasihan orang-orang yang selalu dirundung kebahagiaan. Sebab suatu yang dilakukan berulang sering berujung pada kebosanan.

Perlu kebahagiaan baru atau lebih untuk mendapatkan kebahagiaan.
Sial, mengapa teori ekonomi tentang kepuasan dirasa tepat.
Bangsat memang.

Jika malam adalah kelam dan penderitaan, mungkin rembulan dan lampu yang berpendar itu adalah secuil gambaran kebahagiaan.
Ia terang dalan kelam.

Tentu saja, tak ada keindahan lampu kota jika ia beradu pada terik matahari ibu kota.

Jalanku amat panjang, punggungku berkeringat pada dingin malam yang menusuk saraf.

Langkahku dipercepat, sebab aku harus istirahat sejenak. Cukup sejenak, agar besok hari bisa kuhadapi dengan sigap.

9 September 2019.
00:00
Disebuah ruang, dikursi malas.




Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…