Skip to main content

Ajakan untuk tidak membincang pilkada!

Agaknya sudah cukup politik membuat kalian berperang. Membela pihak sesuai dengan keyakinan. Saling menyerang dan bertahan. Mencari rekan untuk mengkonfrontasi lawan. Membujuk lawan untuk menjadi teman. Bukankan kita tahu kalau perang selalu menuai korban?

Kepala kalian sudah terlalu keras untuk beradu pendapat. Otak kalian sudah diperas untuk saling berdebat. Tampaknya, akan lebih baik kalau kita berbicara tentang perempuan dari kost-an sebelah dan stop membincang tentang pilkada. Bukankan kita punya perspektif yang sama, tentang bagaimana cantiknya dia?

Dia, perempuan yang pandai bersolek, menabur bedak di parasnya hingga beberapa noda jerawatnya dikala puber, tertutupi. Gincu merahnya, membuat kita beberapa kali harus menelan ludah. Pipinya yang merah muda, semakin menggemaskan. Oh ya, Bagian favorite kita adalah, ketika dia pergi ke warung tanpa rias wajah untuk membeli kerupuk dan mie instan. Oh cukup membuat jantung berdegup lebih cepat, bukan.

Sebut saja mawar, begitu kita membahasnya. Kita selalu menunggu saban sore di warung depan untuk sekadar menyapa. Mengucapkan kata “hai,” kepadanya. Ketika ia datang, suasana obrolan kita yang terbahak-bahak menjadi sunyi sejenak. Senyum malu-malunya, tanpa sadar membuat dada kita bergetar. Wangi parfumnya yang tidak terlalu menyengat, seolah-olah membuat dia berada bersama kita meskipun sudah berjalan menjauh. Ketika dia sudah masuk ke dalam kost-anya, kita malah memasukan jari telunjuk dan jempul kita ke mulut untuk membunyikan “swiiit, swiiitt, swiiit.”

Perubahan profil picture di aplikasi obrolannya, selalu jadi informasi terhangat untuk dibahas. Gayanya berpose dengan menaruh kedua tangan di kepala membentuk telingat kelinci, tak lupa kita simpan. Kemudian, kita tahu, bagaimana geramnya kita ketika dia berfoto dengan seorang laki-laki yang selalu kita sebut “monyetnya.”

Atau tentang bagaimana senangnya kau dan kau saat diminta bantuan untuk mengangkat galon ke atas dispensernya. Menggulung lengan baju seolah ingin menunjukan otot tangan, padahal tangan kalian berdua hanya tulang saja. Kalian berdua selalu mengulang cerita tetang bagaimana isi kamarnya yang tertata tapih. Sedankan kau, betapa senangnya kau saat dia mengetuk pintumu, ketika kau dipanggil ibu kost. Padahal, itu kabar buruk bagimu karena ibu kost menagih uang bulanan.

Kita selalu mencuri pandang kepadanya saat dia sedang menyapu lantai kamarnya. Gemas kepadanya saat dia sedang memeras baju yang ingin dijemur. Keringat di dahinya, membuatnya tampak kuat meskipun tak bisa kita pungkiri bagaimana jenakanya dia. Ingin sekali kita membantunya tapi dia selalu menolak. “biar aku saja,” ujarnya. Suaranya sopan dan lembut.

Sepertinya, dia juga taat beribadah. Membuat kita semakin ingin memilikinya. Menghalalkanya. Ibu kost-an selalu perduli padanya, seolah-olah ibu kandungnya. Selalu diberi perhatian, sering diberi makanan, sering diberi toleransi apabila telat membayar uang kost-an.

Tapi hari ini aku aku punya kabar baik, “bukan tentang pilkada, tapi dia sudah putus dengan pacarnya.” kataku. Aku tahu informasi tersebut dari teman dekatnya. Katanya, pacarnya memutuskanya dengan alasan dia terlalu baik. Kita merasa geram mendenger hal itu, bukan? Perempuan seperti dia, diperlakukan dengan semena-mena. Tapi di satu sisi, kita bersyukur. Implikasinya, salah satu dari kita punya kesempatan jadi pacarnya, tentunya kalau dia mau sama kita. “Biarkan pilkada saja yang membuat kita ribut-ribut, naik darah, adu bacot begini. Untuk soal wanita, jangan!”



03.54
18/02/2017
Bilik inspirasi













Comments

  1. POKER899 adalah salah satu situs poker online terbaik dan terpercaya. salah satu kunci kesuksesan poker899 adalah pelayanan yang sangat baik kepada para membernya mulai dari keramahan dan kecepatan dalam proses menjadi salah satu pelaynaan spesial yang diberikan poker899. dan kami memberikan pelayanan bonus yang sangat menarik, seperti berikut ini :

    -BONUS NEW MEMBER 10.000
    -BONUS REFERRAK 10%
    -BONUS ROLLINGAN 0.3-0.5% SETIAP MINGGUNYA
    -BONUS EVENT BULANAN(JIKA SEDANG ADA EVENT TERTENTU)

    LIVE CHAT : www,poker899,vip
    WHATSAPP : +855884660017
    LINE : POKER899



    AGEN POKER TERBAIK DIINDONESIA
    AGEN JUDI ONLINE BERKUALITAS
    AGEN POKER SANGAT AMAN TERPERCAYA
    AGEN OMAHA BERKUALITAS TERJAMIN AMAN
    BANDAR CEME TERPERCAYA TERBAIK
    POKER899
    AGEN DOMINO TERAMAN DAN TERPERCAYA
    BANDAR CAPSA YANG PALING AMAN

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…