Skip to main content

Menolak Menjadi Berlian

Kau adalah pemantik api,
menyulut gumpalan darah beku
yang terlumur bahan bakar
hingga memerah memenas.

Darah itu tak pernah kembali cair
namun meninggalkan warna hitam
yang mencipta geram
saat kondisi yang kelam.

Kita tahu
kita berada di persimpangan jalan
untuk menuju sebuah masa depan

Kau merasa benar, tentu juga aku.
Tapi siapakah yang benar?
Benar akan selalu benar.
Merasa benar belum tentu benar.
Meski kita mungkin bisa benar.
Tergantung dari sudut mana kita memandang.
Kau mengatakan Koran adalah media informasi.
Tapi bukankan akan menjadi salah bila Koran itu menjadi alas tidur.

Kau sempat mengatakan bahwa kita akan menuju garis finish bersama
tapi di jalur bercabang,
kau mengamputasi bagian tubuhku
hingga aku berjalan gontai
dengan sebelah kaki berlumur darah
“Show must go on”

Tapi seperti yang kau katakan
bukankah sesuatu harus diperjuangkan.
Sebab kita dididik untuk berjuang
seperti bangsa ini yang lahir dari perjuangan.
Sampai kita menjadi bangkai dan terbuang

Rupanya kau tak hanya mengamputasi.
Dari semak-semak tak terlihat,
kau berupaya melempariku tombak
yang ujungnya kau raut dengan tanganmu
hingga lancip dan tajam
agar lukaku semakin menganga
darah semakin tumpah.


Kau tahu, darah yang tumpah ini menemani jejak.
Meski nanti akan hilang tersapu angin dan hanyut bersama hujan


Ya, Aku menolak.
aku menolak menjadi berlian
yang menyilaukan
Sebab aku ingin menjadi air.



Bilik Mimpi
7/6/2014
02.34

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#2 Kehilangan Kesenangan Bermain Games

Games yang lagi gue mainin akhir-akhir ini dan sampai sekarang adalah free fire. Gue nggak tahu mau main games apa lagi. Rasa-rasanya games sudah kurang menyenangkan. Entah kenapa. Padahal, dua atau tiga tahun lalu, rasa-rasanya hampir setiap hari gue mainin games ini.Bahkan sampai gue belain curi-curi waktu di sela kesibukan. Karena sebegitu bikin nagihanya, gue pun pada waktu itu sudah sampai pada peringkat pertama diantara kawan-kawan gue yang lain. Peringkat ini gue dapetin karena terlalu sering intensitas gue untuk bermain. Tapi itu dulu. Sekarang beda. Selain free fire, gue juga main PUBG dan Call of Duty. Gue pun sempat tergila-gila akan permainan ini. Tapi sebentar saja untuk kedua games ini. Entah kenapa, 2 tahun belakangan ini gue mudah bosan. Padahal, kalau boleh dibilang, gue tipe setia sama games. Misalnya, Clash of Clan (COC). Jika tidak salah ingat, mungkin 3 tahun atau lebih gue bermain COC. Gue mulai bermain COC karena pada saat itu games ini sedang hits. Namun, sampa…