Skip to main content

Tergesa-gesa



Sekitar pukul 05.00 pada awal pekan, Muazin baru saja selesai mengumdangkan azan dari sebuah langgar kecil. Suaranya masih menggema seolah mengetuk pintu tuk membangunkan umat yang lelap tertidur. Di sebuah rumah, jam weker mulai berteriak menggetarkan gendang telinga seorang pemuda. Lelaki itu bangun tergesa-gesa. Selimut yang dipakainya tercecer di lantai ketika lelaki itu hendak menuju kamar mandi. Sprei kasurnya pun tak teratur karena tak dirapikan terlebih dahulu.

Lelaki itu mandi dengan lekas hingga busa sabun masih tertinggal di telinganya. Dalam keadaan tubuh belum benar-benar kering, ia mengenakan kemeja yang baru saja diambil dari almari. Tanpa sadar, kancingnya dimasukan bukan pada lubang yang tak tepat dan terlihat kerah kiri lebih tinggi dari pada kerah kanan. ia pun lupa menarik resleting celananya yang berbahan denim.

Tas dan sepatu pun ia kenakan. Kemudian ia berlari kecil menuju sepeda motornya. Ketika hendak menyalakan sepeda motor, ia lupa jika kuncinya tertinggal. Akhirnya ia pun kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci.

Ketika sepeda motornya sudah menghadap pintu gerbang, kemudian lelaki itu berhenti.

“Aku mau kemana?” tanyanya dalam hati.

Sekarang, lelaki itu tak tahu hendak pergi ke mana. Rencannya tak terlaksana Karena di susun tergesa-gesa. Dengan santai, lelaki itu kembali menuju kamarnya. ia menarik selimut yang tadi tercecer di lantai dan kembali merebahkan dirinya.

dialog dini hari
23:59
15/09/2013

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#2 Kehilangan Kesenangan Bermain Games

Games yang lagi gue mainin akhir-akhir ini dan sampai sekarang adalah free fire. Gue nggak tahu mau main games apa lagi. Rasa-rasanya games sudah kurang menyenangkan. Entah kenapa. Padahal, dua atau tiga tahun lalu, rasa-rasanya hampir setiap hari gue mainin games ini.Bahkan sampai gue belain curi-curi waktu di sela kesibukan. Karena sebegitu bikin nagihanya, gue pun pada waktu itu sudah sampai pada peringkat pertama diantara kawan-kawan gue yang lain. Peringkat ini gue dapetin karena terlalu sering intensitas gue untuk bermain. Tapi itu dulu. Sekarang beda. Selain free fire, gue juga main PUBG dan Call of Duty. Gue pun sempat tergila-gila akan permainan ini. Tapi sebentar saja untuk kedua games ini. Entah kenapa, 2 tahun belakangan ini gue mudah bosan. Padahal, kalau boleh dibilang, gue tipe setia sama games. Misalnya, Clash of Clan (COC). Jika tidak salah ingat, mungkin 3 tahun atau lebih gue bermain COC. Gue mulai bermain COC karena pada saat itu games ini sedang hits. Namun, sampa…