Skip to main content

Pengemis Tuhan



Sebuah pertanyaan terkadang terlontar begitu saja, seperti halnya, bagaimana sih sholat yang khusyu? Apa yang mesti kita pikirkan. Kalau kata penceramah yang pernah saya dengar, pikiran kita tak boleh pergi ke mana-mana atau pikiran kita tak boleh berkelana ke mana pun meninggalkan jasad kita tatkala sedang sholat. Jadi, apa yang harus menjadi fokus pikiran kita. Apakah berfikir tentang Tuhan?
Bukankah Tuhan itu zat, yang tak ada seorang pun tahu bagaimana rupanya. Jadi apa yang mesti kita pikirakan, apakah memikirkan ciptaannya? Bukankah pikiran kita tidak boleh pergi melampaui jasad kita. Seumpama, saya memikirkan ciptaan Tuhan berupa keindahan alam, lalu apakah itu yang menjadi fokus perhatian kita. Tapi dengan memikirkan itu, pikiran kita bisa dikatakan berkelana.
Ah, yasudah lah. Tapi tadi saya sempat berfikir ketika sedang sholat. Entahlah, pikiran saya sering pergi, mungkin dia ingin bebas, tak mau terkungkung. Bukankah pahala hanya tuhan yang tahu. Apakah itu dapat pahala atau tidak,itu urusan Tuhan. Terkadang bisa membuat pusing juga jika memikirkan apakah suatu ibadah diterima atau tidak. Yang saya pahami kita hanya bisa ikhtiar, sabar,dan tawakal, meski itu sangat sulit untuk saya.
Suatu hal yang saya pikirkan ketika sholat tadi yaitu tentang sholat itu sendiri. yang saya pahami dari para guru agama, sholat itu berdoa.  Mungkin, sekali lagi, ini hanya mungkin, soalnya saya belum tahu bagaimana cara khusyuk untuk solat. Saya bukan pakar, saya bukan alim ulama, saya hanya sedang berusaha mendekati Tuhan. Mungkin yang harus saya pikirkan tentang sholat yaitu tentang meminta kepada tuhan, karna sholat itu adalah doa. Selain itu memujinya agar doa kita dikabulkan. Mungkin seperi itu pemikiran sholat versi saya. Jadi kita fokus akan doa-doa kita. Fukus saat memujinya.
Lalu, saya berfikir lagi tantang berdoa dan meminta. Setiap orang kan harus meminta kepada Tuhan. Salah satunya ketika sholat, dalam artian sholat itu kan berdoa, dan berdoa itu kan meminta, atau ada sesuatu yang kita pinta. Itu menurut saya, sekali lagi menurut saya, jika ada yang tidak setuju, tak apa. Bebas. Lalu untuk dikabulkannya doa, kita tidak boleh sombong, kita harus memuji Tuhan. bukankah seperti itu.
Manusia hidup untuk meminta kepada Tuhan. kita meminta kepadanya, kita mengemis kepadanya. Berarti manusia dilahirkan sebagai pengemis. Pengemis Tuhan. pemikiran yang iseng. Kalau ada yang tak setuju, terserah. haha


Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…