Skip to main content

Tulisan Pelarian yang tak Jelas

Pukul 1.06 WIB, saya masih terjaga dengan keringat bercucuran. Antah apa yang menyebabkan tubuh ini bekeringat, mungkin karena saya habis memangsa makhluk lain. dan sekarang, setelah saya memangsa, banyak makhluk yang ingin memangsa saya. Makhluk itu perlahan mencium bau lezat kulit saya, menjilatnya tuk merasakan bumbu-bumbu yang melekat di kulit saya, sebelum benar-benar mamangsa saya.

Di tengah malam ini, Sebetulnya saya ingin beristirahat agar esok bisa bangun dengan kondisi yang segar, namun karena baru saja saya melahap makanana jadi saya tahan sebentar istirahatnya. Sebab kata mamah saya tak baik bila sehabis makan lalu tidur.

Saya pun tak tahu harus melakukan apa di tengah malam begini. Sebetulnya ada tugas untuk mata kuliah besok, namun saya tinggalkan karena saya belum cukup mengeti dengan materi itu. dan di binter saya hanya tertulis satu jawaban dari kurang lebih sepuluh soal yang ditanyakan. Dan saya yakin jawaban yang saya tulis itu pun salah.

“Tak apalah yang penting setidaknya saya mencoba, walaupun tak sungguh-sungguh,” sedikit pembelaan dari saya. Jadi saya biarkan buku-buku saya tergeletak di atas ranjang. Saya ingin bemalas-malas ria, meskipun saya tak tahu apa yang terjadi besok. Mungkin dikurangi nilainya. Sama dosennya.

Sudah dari bab 2 saya tak mengerti dengan pelajaran. semenjak buku yang saya fotokopi ternyata sudah mengalami pergantian banyak prinsip akuntansi. Jadi membuat saya sedikit malas. Jadi saya biarkan saja.

Kalau niat dalam hati sih. Pengennya belajar dari kunci jawabannya saja nanti, mudah-mudahan benar-benar tersampaikan niat saya ini. walaupun nanti mesti belajar keras pas uts, ahh, yasudahlah, males juga bahas AKL, biarkan sajalah.

Saya sudah mendengar ayam berkokok pukul 1.43 WIB. Nyamuk-nyamuk pun semakin malam, semakin ganas. Padahal saya sudah mengenakan obat anti nyamuk, tapi seperti tak ada efeknya. Mungkin obat itu sudah ternetralisir oleh keringat saya.

Nyamuk ini bikin gatal. Barusan saya menggaruk betis saya sampai merah karena tak tahan dengan gatalnya. Sambil menggaruk, saya mengetik tombol-tombol keyboard laptop, sambil sesekali menepuk nyamuk yang mulai mengajak saya tawuran.

Ahhh, sudah pegel saya rasanya, mau istirahat, sudah hampir pukul 2.00, mudah-mudahan besok bisa bangun pagi. Amin. Biarlah tulisan tak jelas ini menjadi saksi ketidakjelasan saya malam ini, yang sedang galau.

Tulisan ini mungkin bisa disebut tulisan pelarian. saya mencoba menghibur diri saya karena sudah lemas mengerjakan soal akuntansi keuangan lanjutan bab 4. Entah mengapa pelariannya jadi menulis, saya pun tak tahu. mungkin media ini yang paling bisa tuk mengunkapkan ketidakjelasan hati saya.

Dan saya bertekat agar tulisan ini saya masukan ke dalam blog saya. Mesti tulisan ini sangat absurd. “bodo lah.” Entah apa komentar orang setelah membaca tulisan ini, tapi aku ingin tahu juga apa komentar orang tentang tulisan saya ini. sepertinya akan saya sebar tulisan ini. persetan ada yang mau baca atau tidak.

Mungkin saya sampai disni saja. Saya akhiri di 1.54.
2011-10-17

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#2 Kehilangan Kesenangan Bermain Games

Games yang lagi gue mainin akhir-akhir ini dan sampai sekarang adalah free fire. Gue nggak tahu mau main games apa lagi. Rasa-rasanya games sudah kurang menyenangkan. Entah kenapa. Padahal, dua atau tiga tahun lalu, rasa-rasanya hampir setiap hari gue mainin games ini.Bahkan sampai gue belain curi-curi waktu di sela kesibukan. Karena sebegitu bikin nagihanya, gue pun pada waktu itu sudah sampai pada peringkat pertama diantara kawan-kawan gue yang lain. Peringkat ini gue dapetin karena terlalu sering intensitas gue untuk bermain. Tapi itu dulu. Sekarang beda. Selain free fire, gue juga main PUBG dan Call of Duty. Gue pun sempat tergila-gila akan permainan ini. Tapi sebentar saja untuk kedua games ini. Entah kenapa, 2 tahun belakangan ini gue mudah bosan. Padahal, kalau boleh dibilang, gue tipe setia sama games. Misalnya, Clash of Clan (COC). Jika tidak salah ingat, mungkin 3 tahun atau lebih gue bermain COC. Gue mulai bermain COC karena pada saat itu games ini sedang hits. Namun, sampa…