Skip to main content

Awal Adalah Kelanjutan Cerita Dari Yang Akhir

Awal adalah kelanjutan cerita dari yang akhir. Seperti halnya suatu pagi yang merupakan kelanjutan cerita pada malam hari atau suatu bulan yang barakhir di desember dan dimulai lagi saat januari, berputar. Dunia ini berputar, seperti kata orang terkadang manusia di atas dan terkadang sebalinya, namun dengan berputarnya dunia berarti dunia ini takan berhenti, terus menuerus tanpa batas, sampai pada akhirnya Si Empunya batas itu yang menghentikannya.

Dalam cerita ini tak ada yang akhir, karena selalu ada yang baru, dan yang baru. Tetapi mengapa kita menyebut kata “akhir.” Bukankah saat manusia meninggalkan dunia itu ia memasuki sesuatu yang baru, dan ketika dunia itu berakhir kita akan berpindah kepada dunia yang baru, ya awal merupakan kelanjutan dari yang akhir.

Saat manusia lahir, itu merupakan suatu awal dari berakhirnya manusia yang lain. lalu masa bayi itu berakhir yang merupakan awal ia menjadi anak-anak. Ia bersekolah dasar lalu berakhir dan memulai lagi kepada yang menengah dan begitu selanjutnya sampai ia berakhir dengan mati dan ada lagi manusia yang memulainya di dunia.

Pada saat seorang orang berumah tangga, ia mempunyai anak yang merupakan “penerus keturunan.” Saat orang tua itu meninggal, ia berharap anaknya bisa melanjutkan perjuanganya. Dan ketika seorang anak itu mempunyai anak lagi saat dewasa, ia mungkin akan bertindak seperti itu kepada anaknya.
Mungkin bisa dilihat dari perjuangan Indonesia. Saat belum merdeka, atau ketika indonesia dijajah oleh bangsa lain, rakyat indonesia berjuang agar Indonesia merdeka. Dan ketika masa penjajahan berakhir, maka di mulai suatu masa yang baru lagi yaitu masa kemerdekaan.

Bahkan ketika seorang kalah dalam meja judi. Ia mesti menyelesaikan kekalahanya itu, dan apabila ingin menang ia, harus memulai lagi dengan kekuatan yang baru, begitu sebaliknya, saat ia menang di meja judi, bisa saja masa kejayaanya berakhir dan masa kekalahannya dimulai. Dan bisa dibilang awal adalah kelanjutan dari yang akhir.

Jadi apa itu kata awal dan kata akhir. Dimana yang awal dan dimana yang akhir. Jadi yang awal itu bagaimana dan yang akhir itu bagaimana bila akhir itu kelanjutan dari yang awal. Seperti halnya pertanyaan apakah bebek dulu aatau telurnya dulu.

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…