Skip to main content

Dikejar Kamera

Debu bertebaran beradu dengan terik pada siang ini, menjadikan suasana sangat tak bersahabat. Matahari menyengat kulit, membuat cairan dari pori-pori berebut keluar. Badan terasa lengket membuat lemas, malas tuk beraktifitas. Akupun duduk sejenak di halte pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan lagi.

Di kanan sana seorang perempaun berjalan cepat diatas trotoar, menapaki langkah sepanjang jalan, dan tak tau hendak kemana. Perempuan itu menarik perhatian, dengan bentuk fisik yang indah. kulitnya bersih, menggunakan sepatu sandal berhak tinggi, ikut serta juga celana ketat dan pendek unik berwarna biru, kaki panjangnya membuat dia semakin indah. pahanya terlihat jelas, bersih, dan berbulu jarang. Bahan celananya melipat-lipat mengikuti irama kulitnya ketika sedang berjalan

Perempuan itu berpostur tubuh tinggi menarik, buah dadanya matang dan terlihat jelas menjulang. Bahan yang menutup badan bagian atas merupakan tanktop terbuat dari bahan cotton, tipis, pendek sampai pinggul, sehingga pakainya atasnya masuk beradu kedalam dengan celananya yang pendek.

Langkahnya anggun seperti terlatih di catwalk, lurus, kaki yang belakang diletakan segaris dimuka kaki depan. Dan begitu seterusnya. Lama-kelaman perempuan itu berjalan dan semakin dekat denganku, semakin mendekatiku semakin cepat langkahnya terlihat. Diapun masih tetap berjalan hingga tepat didepanku, dan membuatku leluasa mengamati bagian paling atas tubuhnya. wajahnya ayu, bersih, putih. Matanya tertutup kacamata hitam dan mukanya terlihat tergesa-gesa berjalan. Rambutnya terlihat pirang dibawah terik matahari, sampai pundak dan terurai.

perempuan itu berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arahku. Sambil melihat langkanya yang sexy, sebuah mobil hitam yang mereknya berasal dari jepangitu, terparkir di depan sana, tampaknya perempuan ini ingin menuju mobil itu.

Semakin mendekati mobil itu, seorang lelaki bercelana bahan dan berkemeja membukakan pintu untuk perempuan itu. Dengan sambil membungkuk hormat, lelaki itu menyilahkan perempuan itu masuk, dan sesegera mungkin menutup pintu mobil serta masuk kedalam mobil. Lalu, Mobil hitam yang terisi seorang lelaki dan perempuan cantik itu berjalan cepat.

Dari sebelah kananku, di atas trotoar, terlihat dua orang sedang berlari tergesa-gesa, satu seorang pria dan satu lagi seorang perempuan, kedua orang ini berpakaian seragam yang sama berlogokan sebuah stasiun televise. Seorang pria terlihat sedang membawa kamera dipundaknya, dan yang perempuan membawa sebuah mick, keduanya begitu bersemangat berlari.

Ketika kedua orang itu berada dihadapanku, mereka berhenti berlari dan hanya melihat mobil hitam yang mengangkut perempuan tadi.
“Sial, kita ngga dapet, berita” Kata wanita yang memegang mick
“Yasudahlah, kita masih bisa meliput berita tentang penyanyi dangdut itu, besok”

***

Dan aku baru sadar ternyata wanita itu merupakan artis sekaligus penyanyi dangdut yang sedang menjadi topic paling hangat di televise mengenai perceraianya dengan pejabat tinggi negeri ini.

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#4 Kisah Sedih di Hari Senin

Jujur saja, gue nggak tahu apakah harus sedih atau bahagia saat seorang kawan, Rifki, mengirim undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Satu sisi, gue sangat bahagia karena pada akhirnya, dia berani mengambil keputusan sulit untuk mempersunting perempuan yang ia kasihi. Terlebih, jika ditarik kebelakang, banyak hubungan toxic dan nggak jelas yang ia alami hingga gue seringkali menggelengkan kepala atas tingkahnya. Hubungan yang bertepuk sebelah tangan, dijadikan ojek hampir setiap hari, dapet cewek dengan nilai mahar tinggi sampai dipermainkan oleh perempuan yang ia sukai. Ini juga salah satu bentuk saran gue ke dia untuk mempersuntingnya. Gue juga yang memberi saran untuk memutuskan hubungan dengan perempuan-perempuan terdahulunya karena melihat tingkah lakunya yang tidak jelas. Tapi di sisi lain, gue agak sedih karena salah satu teman seperadventuran gue, nantinya akan sulit untuk diajak melancong. "Santai aja," katanya saat gue bilang kalau nantinya dia bakal susah dia…