Showing posts from April, 2011Show All

kau buah karya dan ciptaanNya yang indah pelengkap dan penyeimbang kehidupan dari rahimmu lahir lagi karyaNYa dan begitu seterusnya kau bisa menjadi oase dipadang pasir kau bisa mengelus keringat atau menyeka air mata deng…

seorang perempuan keluar dalam resah pergi mencari setitk cahaya nyata celingak-celinguk diantara ribuang orang tubuhnya yang kecil terhimpit dalam pencarian ia melangkah dengan bingung mencari jalan keluar untuk sejenak b…

Debu bertebaran beradu dengan terik pada siang ini, menjadikan suasana sangat tak bersahabat. Matahari menyengat kulit, membuat cairan dari pori-pori berebut keluar. Badan terasa lengket membuat lemas, malas tuk beraktifitas. A…

Lelaki muda memukul waktu dengan gigihnya Menghancurkan waktu Retak Sampai tertebar Tanpa perduli waktu ia menggotong kerasnya Jakarta kesusahan dipanggul tak henti berhari-hari berbulan-bulan paras nya lelah mulunya t…

aku terpesona tubuhmu terlebih dibagian dadamu ingin kuremas rasanya payudaramu namun aku ragu bisikan kiri mendorongku namun kanan menamparku untuk sadar akhirnya ku terdiam berfikr tuk keluar dari dilema ini sampai akhi…

Aku kesal melihatmu perasaan tak menentu ingin ku bunuh rasanya tapi aku ragu

aku masih duduk diatas kasur diam tak bersuara diam tak melakukan apa-apa diam menatap tajam diding kamar tak tahu mengapa aku ini sejak kau tak dihati

hatiku bergetar mataku membesar kagum mulutku ternganga air liurpun serasa menetes kala memandangmu tapi aku tak bernyali hanya ku pandangi kau dari bangku beranda rumah sampai kau pergi lagi tak sadar aku jadi begini

Jenuh sudah ku melihatmu Dada terasa sesak penuh amarah ruang hati ini terasa sempit tak tertampung rasanya pikiranku ingin kau tak ada pikiranku ingin kau lenyap pergi kemana saja asal kau tak ada dihadapanku

Hati ini mulai bergerumuh terjepit batu hasrat yang membunuh tak tahan rasanya kesalpun mondar-mandir datang dan pergi tak permisi Aku ingin melakukan ini tapi juga mau itu, bercabang membunuh atau terbunuh oleh nafsu p…

ku lihat resah disana sebadan manusia berjalan gontai lelaki expresif, mendayu-dayu menyambangi seseorang yang kau telah kehilangan bayangnya badanmu tak terkendali tangan dan mulutnya juga pikiranmu modar-mandir perasa…

diruang ini aku sendiri tersudut di dalam sebuah kubus kala bulan sedang bekerja tak ada satu manusiapun menemani dan aku hanya berdiam diri tak tahu apa yang akan kuperbuat aku hanya berkutat dengan pikiran tanpa menimbu…

Pagi yang terik kali itu, matahari masuk dari sela-sela jendela tanpa tertutup gorden, kaca jendela seperti tak mampu menahan laju terangnya cahaya, menyinari ruangan yang sempit karena banyaknya peralatan. Dan memaksa Yahya un…