Skip to main content

DPR, DPR DAN DPR

Ketika merasa penat akan sesuatu, ketidakmengertian yang membuat jengkel, kesal akan sebuah perdebatan, atau bosan karena penyampaian yang datar

Disebuah tempat melingkar, pohon yang ridang, hujan buah yang kadang turun tak terduga, udara yang menyentuh sensitivenya kulit, terkumpulah orang yang hamir tiap hari menyambangi tempat dimana setiap individu bisa mengerjakan sesuatu, menyampaikan pendapat, menceritakan tentang hidup, merecanakan suatu kegiatan, berdiskusi, bertukar pikiran, atau berbicara secara bebas tentang sesuatu. 

Baik sesuatu yang dibicarakan itu berat atau ringan, panjang atau pendek, lebar atau sempit, mudah atau sulit untuk dicerna, fakta atau gossip, realita atau imajinasi, masa lalu, masa kini ataupun masa depan dan itu semua dilakukan bersama.

Berprilaku bebas, menirukan sesuatu, besenandung layaknya berdiri sendiri diruang kosong ataupun berdiri seperti seorang maestro di depan ribuan musisi, atau melakukan hal konyol dengan memanggil wanita tanpa berani memperkenalkan dirinya seperti anggota DPR yang hanya berani memberi opini tanpa ada tindakan untuk mencegah atau mengobati.

Disaat malas, sedih, marah, kesal, muak, pusing, galau, atupun ingin muntah. Dibalut dengan kebersamaan yang tinggi, sehingga dirasakan bersama. 

Tertawa lepas, bergembira sejenak, saling menyerang dengan argumen lucu, yang membuat hati terbahak-bahak, serta untuk merehat sejenak otak yang lelah berpikir keras. Terlepas dari pikiran apakah sebuah akun terletak di debet atau kredit, berapa hasil dari laporan laba rugi, adakah kemungkinan balance dalam laporan keuangan, bagaimana kondisi perbankan syariah di Indonesia, siapakah yang menciptakn teori ekonomi, teori permainan, the law of deminishing return, di titik mana harga keseimbangan terjadi, mengapa perusahaan tersebut menggunakan etika bisnis islam, dan pertanyaan lain yang jumlahnya tak terhitung.

Dibumi Indonesia, mengkrucut ke arah tangerang selatan, menjurus kepada kampus UIN Jakarta, dan berhenti di titik dimana tempt tersebut berada.

Dibawah pohon rindang (DPR). Salah satu tempat indah yang ada (muhammad umar)

Comments

Popular posts from this blog

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith

Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis. Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon. Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith…

Hijaunya Rumput di Rumah Sebelah

Tak bisa kumungkiri, mengkomparasi merupakan aktifitas pelik untuk dijalani. Memang, beberapa poin dapat diperbandingkan,  namun, selalu ada pengecualian. Apakah sesuatu sengaja diciptakan dengan padanan?

Diberkatilah orang-orang yang pandai membandingkan. Diberkatilah orang-orang yang cerdas mengambil keputusan. Diberkatilah orang-orang yang punya pilihan.
Begitu pula saat membandingkan rumput rumah sebelah. Rasa-rasanya selalu saja ada yang membuatnya tampak lebih indah. Matahari, tekstur tanah, bahkan sampai variannya. Padahal kita tahu bahwa rumput juga bisa enyah. Busuk karena menua.
Cukup ajaib memang rumput rumah sebelah. Tak pernah berantakan susunannya meski dikoyak cuaca atau digerogoti hama. "Apakah itu rumput replika?" Ah, tak baik berburuk sangka. Hanya membuat bercak dihati pemiliknya.
Dipikir-pikir, ada baiknya tak menanam rumput. Kita tak perlu mengakomparasi. Tetangga sebelah pun tak perlu menghabiskan waktu memperdebatkan rumput yang kita miliki. Tapi itu t…

#2 Kehilangan Kesenangan Bermain Games

Games yang lagi gue mainin akhir-akhir ini dan sampai sekarang adalah free fire. Gue nggak tahu mau main games apa lagi. Rasa-rasanya games sudah kurang menyenangkan. Entah kenapa. Padahal, dua atau tiga tahun lalu, rasa-rasanya hampir setiap hari gue mainin games ini.Bahkan sampai gue belain curi-curi waktu di sela kesibukan. Karena sebegitu bikin nagihanya, gue pun pada waktu itu sudah sampai pada peringkat pertama diantara kawan-kawan gue yang lain. Peringkat ini gue dapetin karena terlalu sering intensitas gue untuk bermain. Tapi itu dulu. Sekarang beda. Selain free fire, gue juga main PUBG dan Call of Duty. Gue pun sempat tergila-gila akan permainan ini. Tapi sebentar saja untuk kedua games ini. Entah kenapa, 2 tahun belakangan ini gue mudah bosan. Padahal, kalau boleh dibilang, gue tipe setia sama games. Misalnya, Clash of Clan (COC). Jika tidak salah ingat, mungkin 3 tahun atau lebih gue bermain COC. Gue mulai bermain COC karena pada saat itu games ini sedang hits. Namun, sampa…