Datang! Ayo, Datang!

Bapak-bapak, Ibu-ibu, kakak, adik sekalian. Silahkan datang! 

Malam ini sedang diputar sebuah pertunjukan!

Gratis. Ayo. Silahkan!

Sebuah pertunjukan berjudul kesendirian.

Ayo-ayo bagi yang ingin merayakan kesendirian! 

Malam ini adalah malam yang tepat!


Bagi yang sedang ditikam sepi!

Bagi anda-anda yang sedang diselimuti dinginnya sunyi!

Bagi manusia-manusia yang disiksa rindu!

Bagi para pejuang yang sedang ditipu harapan palsu.

Bagi siapa saja yang terserang pilu. 

Bagi para pecundang yang selalu menghitung-hitung hari kelabu.

Bagi para pemimpi yang dihantui ambisi semu.

Bagi para tokoh yang tersudut malu.

Bagi kawan-kawan berkubang dalam imajinasi kejayaan masa lalu.

Bagi orang-orang yang bersahabat dengan malu.

Ayo-ayo. Tak usah jemu-jemu.


Mari sama-sama kita menikmati hampanya malam ini bersama-sama!

Ayo silahkan duduk. 


Baik. Kita mulai.


Biarkan pertunjukan ini tergambar jelas dalam imajinasi kita. 

Biarkan pikiran-pikiran kita menampilkan kisahnya tanpa kata-kata.

Biarkan setiap suara itu menggema dalam lubang hati kita

Biarkan setiap adegan-adegannya carut-marut tak tertata.


Bayangkan. Ayo. Jika sudah pada titik klimaksnya.

Mari kita tentukan kelanjutan ceritanya.





Sumber Gambar : Image by hansiline from Pixabay 







0 Comments